Showing posts with label stories of my life. Show all posts
Showing posts with label stories of my life. Show all posts

WISATA COLONGAN KE BATURRADEN

Dari sepulang dari Baturraden sebenarnya udah koar-koar di Pesbuk, mau posting bab mejeng ke Baturraden. Tapi, seperti biasa, sempat menulis dan disimpan sebagai draft, lalu di-discard beberapa bulan kemudian karena tidak ada harapan bakal diteruskan. Nah, anggaplah ini sebagai realisasi waktu itu. Tidak ada kata terlambat #tsah

Sebenarnya ini peristiwa lama. Sejak Oktober tahun kemarin, sewaktu lepas kondangan dari rekan kantor di daerah Purwokerto., Kemudian karena perjalanan jauh dan dekat dengan tempat wisata, jatuhnya rugi bandar kalau tidak sekalian mampir-mampir. Akhirnya menginaplah kami barang semalam di Baturraden. Sebut saja refreshing

Sekali-sekali lah. Sulit juga buat ngumpulin orang segini banyak.


Kobe Bumbu Nasi Goreng Super Pedas


Ceritanya, akhirnya nemu juga Kobe bumbu nasi goreng seperti yang disarankan seseorang di kolom komentar tulisan saya yang sebelumnya. Tidak mudah lho cari Kobe bumbu nasi goreng ini. Saya sudah keluar masuk emol bahkan sampe yang level internasyenel pulak, semacam Lotte, Mirota, Superindo, dan Giant. Dan sepertinya kelangkaan itu worth enough dengan rasa yang saya dapatkan #tsah. Kalau ada yang nyari, penampakannya seperti di gambar. Cobain sudah. Gak bakal nyesel. Tapi tidak nanggung kalau ada yang maag-nya kumat gegara tidak kuat pedes.. XD

Indofood Nasi Goreng Pedas vs Sajiku Nasi Goreng Rasa Pedas

Karena judulnya masih anak kos, maka bahasan kali ini tidak jauh dari kehidupan seputar anak kos. Menu yang akan saya bahas adalah nasi goreng. Makanan ini cukup familiar dan banyak orang yang suka. Kalau biasanya saya meracik bumbu dasar semacam bawang putih, garam, cabai, maka sekarang saya baru kepikiran seberapa enakkah bumbu instan nasi goreng.

Sekarang kan banyak sekali macam bumbu instan tuh. Sampe buat goreng tempe aja ada bumbu instannya.

Nah, makanya saya penasaran. Terlebih kemaren pas jalan-jalan ke Carrefour, saya baru melapar dan kepikiran nasi yang nganggur. Dari sekian banyak pilihan, saya menimbang berat untuk membeli produk Indofood yang 5rb-an dengan Sajiku yang cuman membandrol dengan harga 1.500-an. Well, cara begonya, semakin mahal semakin enak, dong. Tapi, saya tetap penasaran dengan yang murah. XD Jadilah saya ambil keduanya.

Pengalaman Terbang Menggunakan Citilink


Ini bukan endorse. Yakin. Postingan ini memang murni pengalaman saya sebagai pengguna yang cukup puas dengan layanan maskapai Citilink.

Beberapa waktu yang lalu, saya mempercayakan diri saya diangkut menggunakan Citilink menuju Jakarta. Pengalaman saya terdahulu ketika pertama kali menggunakan Citilink, cukup memuaskan untuk ukuran penerbangan murah. Untuk sekedar info, Citilink ini adalah anak perusahaan Garuda Indonesia yang bermain di level penerbangan murah (low cost carrier). Jadi, kualitas tidak usah diragukan lagi lah ya.

Pengalaman Naik Uber Untuk Pertama Kali


Akhirnya beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan mencicip naik UberX. Sudah beberapa kali kesempatan saya pengeeen banget naik armada online ini. Tapi sewaktu hape saya masih belum di-update ke versi Android M, saya ada masalah cari driver Uber. Selalu dikira hape saya memodifikasi lokasi.

Uber seperti armada online yang lain, harus saya cobain. Tidak fair kan kalau saya hanya mengandalkan GoCar, 'kan? Lagipula, iming-iming terbesar adalah saya bisa mendapatkan harga yang jauh lebih murah dari GoCar, nyiahahaha..

Membuat Barbekyu (BBQ) Ala Dapur Manda Style


Saya bosan dengan olahan daging yang biasa saja, semisal rendang atau gulai. Dan hampir setiap momen Idul Adha yang berkesan hanya hari pertama, ketika gigi masih setrong-setrongnya dan daging masih fresh: nyate. Bukan berarti saya tidak suka dengan olahan rendang/gulai. Tapi, bosan saja kalau tiap hari, mulai dari pagi, siang, sore menunya daging olahan kemaren. Sampai terkadang melihat saja sudah kenyang duluan.

Di basecamp kantor, kebetulan ada daging mentah yang ditaruh di freezer. Dan kami bingung mau dimasak apa dan bagaimana. Hingga sampai beberapa hari, akhirnya saya mengusulkan, bagaimana jika di-barbekyu saja? Yaah, ala ala steak gitu deh. Mayoritas suara tinggal tau jadi sih, jadi mereka ayok aja. Dan saya merasa bertanggung jawab sebagai pencetus ide, berpikir keras bagaimana cara mengolah si barbekyu ini.

Memfoto obyek dalam gelap

Beberapa waktu lalu, ketika liburan Idul Adha, saya menghabiskan waktu 3 hari di rumah. Saya berhasil mencetak rekor. Padahal biasanya, saya tidak terlalu betah berlama-lama di rumah dengan alasan hidung. Ya alhamdulillah, kemaren hanya hampir kumat alergi di hari kedua. Untungnya bisa saya buat istirahat juga, sehingga alerginya tidak tambah uwau. Idul Adha selalu terjadi pada tanggal 10 tiap bulan Dzulhijah. Itu artinya, bulan sedang dalam proses puncak bagus-bagusnya untuk 5 hari ke depan dan 5 hari setelahnya (cooling down). Dan kemaren malam tanggal 11, saya berkesempatan memfoto obyek dalam balutan malam #tsah.

Ceritanya saya baru luang. Dan kepikiran untuk mencoba fitur kamera Zenfone 2 mode manual. Terus terang, saya juaaarang menggunakan fitur ini. Susah soalnya.

Kepulauan Seribu Part 3 [end] : Island Hopping and Turtle

Hanya ada waktu setengah hari di hari terakhir kami di Pulau Harapan sebelum akhirnya kami harus bertolak ke Pelabuhan Marina, Jakarta Utara. Niatannya kami mau main air wal snorkeling lagi, karena kami belum puas main air. Tapi jadwal dari tour provider-nya tidak memungkinkan.. Setelah nego, kami akhirnya stick to the schedule, dengan tambahan ke penangkaran penyu.

Jadwal kami untuk jelajah pulau adalah jam 8. Dan sedari pagi, setelah sholat Subuh, kami sudah mulai mencicil berkemas, ada yang balik tidur, ada pula yang mencoba bikin kopi. Di penginapan kami ada dispenser. Kebetulan ada salah satu dari kami yang bawa kopi instan. Tapi masalahnya adalah gelasnya tidak ada. Tapi tidak terlalu menjadi masalah, karena beberapa anggota di penginapan ada yang anak gunung, yang akalnya cukup banyak. Ngumpulin botol bekas, dipotong, dan jadilah gelas. Ketika sudah jadi 2 gelas, sudah keburu bikin kopi pula, sarapan datang. Dan ada gelas plastik.. Hahaha.. Berasa rugi bandar potong-potong botol plastik.


Kepulauan Seribu Part 2: I Love Beach

Tujuan utama ke Kepulauan Seribu adalah bermain air! #yay. Menurut agen yang saya mintai tolong, katanya Pulau Harapan-lah yang paling bagus untuk snorkel. Begitu sampai di dermaga, saya langsung menghubungi tour provider yang mengatur semua-semuanya. Soalnya saya belum pernah ke sini, jadi pertimbangan saya, akan lebih mudah jika menggunakan paket wisata dari tour provider.

Kepulauan Seribu part 1: Jakarta, here we come





Kepulauan Seribu sudah menjadi salah satu penghuni bucket list dalam kurun waktu yang cukup lama. Berawal dari perjalanan ke Pulau Karimunjawa yang cukup membekas, mulai dari hampir ketinggalan bus travel hingga kerennya pengalaman di sana, hehehe.. Awalnya, saya melihat postingan teman yang sedang liburan ke Kepulauan Seribu dan fotonya cukup eye-catchy. Dan setelah mencari-cari tahu, ternyata bagus juga buat snorkeling. Saya jatuh cinta dengan snorkeling gegara Karimunjawa! Dan sepertinya masih perlu eksplorasi lebih lagi. Indonesia pastinya punya banyak spot snorkel yang bagus dong! Apalagi di Indonesia Timur. Belum sempat menyesap bawah laut sana huhuhu.. T.T

Aku ini anak mana?

Setiap berkenalan dengan orang baru, banyak yang terkecoh dengan saya, dikiranya bukan orang Jawa. Ada yang bilang orang Palembang-lah, tidak cocok jadi orang daerah saya-lah, orang Jakarta-lah, orang keturunan Cina-lah. Dan yang lebih parah, pernah ada yang meramal agama saya dari pas pertama ketemu dengan hanya berbekal melihat muka thok.

Waiting List: Perjalanan Ke Timur

Sebagai insan yang kurang piknik, perjalanan ke Timur (kalau ke Barat, nanti jadi perjalanannya Tom Sam Chong), bisa dihitung dengan jari. Belum cukup banyak. Deretan Malang, Dieng, Baluran, Surabaya, Madura masih perlu dieksplorasi lebih lanjut hahaha.. Saya sudah memasukkan Taman Nasional Baluran ke dalam 'bucket list' -- sebuah daftar keinginan yang ingin dicapai. Nah, mungkin nanti bisa mampir-mampir juga ke Malang, Surabaya dan sekalian Madura, kalau waktunya luang banget hahaha.. Tapi bisa dipertimbangkan.

(3/3) Sekali-kali, Mainlah Ke Bandung (Pas Wik-En): Tangkuban Perahu


Keliling-keliling di Taman Grafika sudah menghabiskan waktu kami hingga sudah hampir tengah hari. Dan kami sudah capek. Tidak mungkin pula menghabiskan waktu untuk satu spot. Wal hasil, got in to the car, capcus! Tapi, kami bingung mau ke mana. LOL Tidak ada plan B. Sibuk cari alternatif spot. Well, asal jalan. Dapatlah kami sepakat untuk ke Tangkuban Perahu. Dari Taman Grafika juga tidak terlalu jauh. Cuman, memang jalannya aduhai. Semacam 500 meter per jam.

(2/3) Sekali-kali, Mainlah Ke Bandung (Pas Wik-En): Taman Grafika


Menyambung postingan sebelumnya perihal main ke Bandung, sekeluarnya kami dari kawasan White Crater kami serombongan berdiskusi dan akhirnya memutuskan untuk mencari penginapan di daerah Lembang. Berubah dari rencana awal yang mencari penginapan di sekitar Ciwidey, karena tujuan besok berikutnya adalah menjelajah Lembang, sedangkan Bandung kondisi lalu lintasnya cukup parah. Jadi dari sebelah Selatan Bandung, kami bergerak menuju sisi Utara. Perjalanan yang cukup melelahkan. Saya berada di jok paling belakang dan tugas utama saya adalah tidur. Dan itu melelahkan! Untung teman-teman yang di depan sip-sip :D

(1/3) Sekali-kali, Mainlah Ke Bandung (Pas Wik-En): White Crater



Tahun 2016 bisa dibilang, surganya long wik-en, dont you think? Well, entah ini konspirasi atau bukan, ada terlalu banyak long wik-en tahun ini. Berita bagus? Bisa jadi. Bisa jadi sebaliknya. Tergantung status kejombloan #dhuarrr Konspirasi pertama dimulai tanggal 5 Februari 2016 yang lalu. Dan sekarang April. Dan what? Yeah, I know it's been 3 months late to write the journey. Hampir konspirasi long wik-en kedua. Tapi, tidak ada kata terlambat untuk menulis, kan? Lagi pula ini tidak bakal menjadi sekedar tulisan catatan perjalanan doang. Promise. Nanti dibagian ke-3 bakal akan ada petuah-petuahnya hahaha..

Tempat makan favorit baru : HothotCrispy

Jadi, ternyata di dekat kantor, ada tempat makan yang ternyata cukup yahud. Namanya Hothotcrispy. Sesuai namanya, menunya didominasi dengan olahan makanan serba crispy. Saya kira, tadinya menunya cuman sedikit, semacam ayam penyet dan sebangsanya gitu. Lhadalah, ternyata kok banyak beud variannya. Sampai perlu beberapa kali datang buat nyoba-nyobain. Semua item icip-able dan layak dicoba soalnya. Saya sendiri sudah beberapa kali main ke sini. Mbak-mbak waitress-nya juga mendukung sih buat re-visit. Eits, abaikan yang tadi. Jadi, kalau boring mau makan ke mana, bisa jadi alternatif. Apalagi saya tipikal orang yang 'hari ini makan apa, ya?' Bahkan, sering Googling cuman buat nentuin makan apaan. Meskipun kadang-kadang 'ah, jauh. Ah, sudahlah'. Dan akhirnya ke warung samping kantor yang 'itu lagi, itu lagi'. Semacam tidak ada perbaikan vitamin dan variasi embak-embak makanan.

Cara Lain Menikmati Bakpia

Siapa yang tidak tahu yang namanya Bakpia? Jogja adalah surganya bakpia. Ya iyalah. Memang ini salah satu makanan khas Jogja :D Dan bakpia adalah salah satu makanan favorit saya (apasih yang enggak jadi favorit saya hahaha). Beberapa waktu yang lalu saya dapat sekotak bakpia hangat. Entah hangat karena panasnya Jogja, hangat karena baru saja diangkat dari oven atau hangat karena cincah.. Pokoknya pegang-pegang, dapetnya hangat aja. Dan kondisi hangat adalah yang paling ideal dalam menikmati gigitan demi gigitan bakpia bersama secangkir teh hangat bersama keluarga atau teman/orang terkasih. Dinikmati sendirian juga gak apa-apa sebenernya. Rasanya masih tetap bakpia. Nah, cerita kali ini, seputar bakpia varian original, rasa kacang hijau. Mungkin lain kali ada kesempatan untuk menjajal varian lainnya. Kalau ada gratisan, wahahaha.. Saya lebih senang yang original soalnya :3

Mode Refreshing : Menyisir Jeram Progo

Beberapa hari yang lalu saya rafting dengan Komunitas Blogger Jogja. Apa sih yang tidak ada di Jogja? Emol ada. Wisata budaya, memang pusatnya. Wisata belanja bianyak. Kuliner? Siapkan perut lebar-lebar. Wisata alam, tidak cukup meluangkan waktu seminggu di sini. Ada pantai, ada desa wisata, ada gua, ada cave tubing, ada gunung, ada sungai. Banyak.. Baanyyak! Nah, bagi yang seneng main air, tapi menganggap kalau pantai itu sudah terlalu mainstream, ada wisata sungai a.k.a. arung jeram wal rafting. Cocok tuh, buat yang cari wisata adrenalin hahahaha.. Buat saya ini yang ke-2. Masih di Sungai Progo, tapi ini lebih ke atas lagi.

Satu kompleks dengan Hotel Puri Asri, Magelang, Progo Rafting ini sangat bagus. Baru datang saja, suasananya sudah betah-able. Pengaruh nama 'asri' juga mungkin, jadi suasananya emang asri. Membuat tidak sabar ingin menyeburkan diri dalam kenangan lama hahaha..

Berpikir itu 'dipraktekin'

Flashback

Dua November 2015 yang lalu, saya bertolak ke suatu tempat yang sering disebut Pulau Dewata. Salah satu pengalaman tersendiri bagi saya untuk kali kedua saya menginjakkan kaki di sana. Kerja rodi selama 2 minggu, sudah sangat lebih dari cukup menjadi alasan untuk saya segera balik Jogja lagi, selain pertimbangan-pertimbangan yang lain. Dan walhasil, Minggu 15 Oktober kemarin saya tiba kembali di kota yang bikin homesick ini.. Hahaha..

Holiday free

Selama 2 minggu kerja rodi, tidak ada waktu jalan jalan. Jangankan jalan-jalan, mainan handphone saja hampir tidak bisa, sampai membuat adik sendiri katanya ngambek, gegara pesannya tidak dibalas XD Padahal, memang tidak ada waktu. Berangkat pagi, pulang malam, sampai hotel mandi, tidur. Besoknya, kadang lupa mau balas. Bahkan orang sana, sampai berceletuk ria : "Kok kamu jarang sekali saya lihat pegang hape?"
Jawaban saya simple, "Oh, jadi mau nih, saya mainan hape (dan tidak kerja)?"
Lalu dia yang kikuk sendiri hahaha..

Paling beberapa kali diajak makan di luar sama Mr. Boss. Meskipun lewat Pantai Kuta, tidak sekalipun menapakkan jejak dipasirnya. Di samping itu, Bali sedang panas-panasnya, kata orang sana -- padahal cuman sepanas Jogja ketika normal sih. Ada 1 hari libur, Minggu, satu-satunya yang bisa buat kita jalan-jalan, dan karena panas, kita memutuskan ngadem di emol, seberang Pantai Kuta. Dan itu pun hanya kita ambil setengah hari, karena kita tidak ingin terlalu capek, sehingga Senin-nya tepar. Di kota orang euy, jauh dari mamak..


Simbah

Sekali pun saya ternyata belum pernah membahas simbah. Kecuali di facebook, di limited audiences. Cuman sebatas keluarga saja yang bisa akses. Well, simbah adalah salah satu orang yang hebat dalam kehidupan saya.

Saya sudah hidup bersama simbah sejak kelas 3 SD. Sewaktu mas saya lulus STM dan pindah Jekardah untuk mengadu nasib, simbah mulai kesepian dan akhirnya meminta satu anak mamak buat 'kae-kae' (Bahasa Jawa ala simbah untuk 'disuruh-suruh/ membantu simbah mengambilkan sesuatu'). Yah, mungkin karena saya di rumah waktu itu sudah mulai menghabiskan makanan, makanya sama mamak yasud. Deal!