Showing posts with label this is my blog. Show all posts
Showing posts with label this is my blog. Show all posts

Sunday Morning : What I should do?

Ini adalah saya sewaktu baru saja bangun tidur. Kadang saya ada pikiran, orang kalau baru bangun tidur kan jelek kan ya. Entah itu tidur bentar, ataupun semalaman, tetep saja jelek. Tinggal nanti tingkat jeleknya diukur hahaha..

Nah, saya berasa penasaran, bagaimanakah jadinya jika saya bangun tidur, jeleknya sejelek apa. Kebetulan si laptop cukup mendukung buat lihat-lihat muka terus di kepchur. Lumayan mahal sih ya kemaren belinya -- membesarkan hati sendiri, karena kalau gak saya sendiri yang berbesar hati, siapa lagi? Gak ada soalnya -_-.

Nah, orang jelek di foto itu adalah saya. Baru bangun juga. Kalau saya bilang, tingkat jeleknya rendah sih ya (alias lumayan ganteng? LOL). Jadi gak nambah, di luar rambut saya yang berdiri itu. Aselinya, saya emang 'sejelek' itu sih sehari-harinya.

Indonesia pernah punya propinsi. Sekarang?

Indonesia dulu memang pernah punya propinsi. Berarti sekarang Indonesia tidak punya propinsi? Tidak. Ya,, Anda tidak salah baca. Dan saya tidak salah ketik. Lalu bagaimana dengan yang selama ini sudah kita pelajari bersama? Ada apa dengan propinsi-nya Indonesia? Dicaplok Malaysia-kah? Huss..

 Ini tidak ada hubungannya dengan masalah perpolitikan maupun perpartaian di Indonesia, meskipun kalau mau, bisa saja dihubung-hubungkan. So, balik ke topic, ada apa dengan propinsi?

Saya.

Saya memohon pada Tuhan setiap kali habis shalat. 'Tuhan, jadikanlah saya seseorang yang bertanggung jawab'. Seperti biasanya, Tuhan 'tidak menjawab'. Karena saya bukan Nabi atau Rasul. Tapi saya selalu memohon hal yang sama pada Tuhan. Dan sambil menunggu saya menjadi seseorang yang bertanggung jawab, saya menjalani kehidupan saya sehari-hari seperti biasanya.

Tuhan masih belum mengijinkan saya menjadikan saya orang yang bertanggung jawab. Saya masih seperti ini. Ada apakah dengan Tuhan? Ini bukan masalah krisis kepercayaan saya terhadap Tuhan. Saya percaya Tuhan sepenuhnya. It's something different.

***

Another English Post

It's been a long time for the last time I wrote English post. *So what?? Does it matter?* At least, all the words are in English -- with exclusion, whether the grammar is correct or not :D Never mind. I just enjoy it. I mean, I never write a long paragraph in English, but just this blog :D Anyhow, this is my blog. Even if I mixed the language on writing the post, it's OK..

Revealing The Secret

Internet. I can't live without internet, even on writing a (-n English) post. I mostly show off, 'hey,,, my blog has English post' or similar. Kinda prestige :D And its because of the internet, I could translate some difficult words in Indonesian into English. Exactly, I have very very very poor vocabulary. So, Google Translate is my best friend ever after (and I'm believe it's everyone's secret too :D). Just still don't get it when people is lauding me with something "Thank you, you're like my walking-dictionary (mobile dictionary)" or bla bla bla.. Just often thinking of their reaction : "poor 'em.., never realized Google Translate".. :D

The other reason of why I am writing a post in foreign-language is, I'd like to hide some facts/ emotions inside the sentence.. Common Indonesian people are lazy (read : not-interested) on English post. And I use it well :D Read it or leave it 8) Something like, "Hey,, it's your fault to not understand it". I mean, English is global language, isn't it? But, if the case is they're not interested because it's my post, just dunno. Don't care so much. :D

Another point, hey, I'd like someone outside Indonesia, could comment on my blog. At least, that's the way I go-international :D

So,, that's it :D

English vs Javanese : Which one is interesting?

It's been a while to me for not updating this blog. Yeah, actually spending 2 hours (at least) of my time is enough for just writing a post. But you might be called me 'a-moody-person', a-quick-change-of-mind-man.

Enough with the apology-thing. This time, I would like to compare English with Javanese. Java is an island in Indonesia, with the most populous island in Indonesia and even the world (based on Java's explanation on wikipedia).

I am a Javanese; and I'd like to share about my language; partial, just for example. I got these phrases from  a post by Arif Setiawan in a group where we both subscribed. Unfortunately, he said if the source is 'compiled from many other sources'.. So, I didn't find yet the original source. But it's not the point. What I'd like to say is the Javanese is much simplier than English! Of course, in this case, it's just for-refreshing-purpose, since I thought these are just Javanese' phrases that difficult to be translated into English with only one word..

So, here they are! Phrases that prove if Javanese is simplier than English..

[Dont??] Judge Book by Its Cover

Udah familiar dengan quotes dalam judul di atas kan yah? Dont judge book by its cover. Kurang lebih kalau diartikan jangan menilai orang dari penampilan luarnya. Ya, itu memang benar. Banyak buku yang cover-nya biasa namun isinya luar biasa. Lagi pula, yang diperlukan adalah ilmu yang terkandung didalamnya bukan? So, it must not be a big problem.

[Masalah]
Sebenernya sepele sih. Cuman kok ya rasa-rasanya tetep perlu diutarakan. Mungkin temen-temen udah ada yang tahu, tapi biarkanlah saya ini menguraikan dalam bahasa dan sudut pandang saya. Masalahnya ya si judul tadi, dont judge boot by its cover. Mari kita 'lihat' dari sudut pandang dont judge book by its cover yang menyiratkan 'penampilan itu tidak penting'..

Batik. Unik. Sesuatu Banget.

Sekarang tuh tanggal 06 November yak? Oh.. Iya *abis liatin tanggal di laptop* #yay Idul Adha euy! #nyate

mas mas,, kok judulnya sama isi kok gak nyambung to yo? | Hus. Sembarangan. Kan istilahnya ini baru 'foreplay'. Pemanasan. Basa-basi. Chit chat, gitu.. Diam aja to. OK, tak lanjut..

[Sejarah]
Nah, hari sebelumnya, saya bersama teman teman pergi jalan jalan ke daerah Bantul, tepatnya di daerah Pijenan. Di sana adalah tempat (salah satu dari sekian banyak) produksi Batik —gak tau batik? ndeso! Rencananya, ex-penghuni kelas saya pas jamannya masih di STM dulu pengen mewujudkan kembali impian untuk membuat 'sesuatu'. Dulu pernah ada usulan membuat jaket. Namun tidak jadi. Tidak berapa lama, diubah menjadi kaos. Hasilnya juga sama saja. Yang kali ini dibikin berbeda. Harus jadi! *at least kalo dulu pada berat di pertimbangan biaya, sekarang paling ndak —harusnya; udah ndak*

[Begini Ceritanya]
Jam 11 kami berangkat dari tempat kosan kami yang di daerah Muja-muju. Seperti Warga Negara Indonesia yang baik lainnya, waktu segitu udah dimolorin sekitar 2 jam, sejak ditetapkan jam pemberangkatan jam 8 pada beberapa hari sebelumnya —gedubrak. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 30 menit.

Cerita Pagi di Bank BPD Syariah

Pagi pagi. Yeah,, judulnya aja cerita pagi, 'kan? Nah.. Tanggal 2 (waktu Yogyakarta) pagi ini, jam 8 kurang saya sudah 'ready to go'. Ada beberapa rencana pagi ini. Yang pertama ke bank dulu, selanjutnya ke gallery Smartfren, mampir di ATM BPD di Balai Kota Yogyakarta diakhiri dengan perjalanan ke kantor.

#pfuih lumayan padet juga :D

Ceritanya, saya jam 8 lewat 16 sudah 'mangkal' di Bank BPD Syariah Kusumanegara, sebelah Barat pabrik susu SGM. Dengan pedenya setelah keluar gang, masuk ke kantor kasnya. Langsung di sambut oleh senyum pak satpam yang sambil membungkukkan badan membukakan pintu. Oke deh,, Lumayan menghemat tenaga :D

Di dalam, langsung tancap gas ke bagian pengisian slip setoran. Masih belum ada kejanggalan sampe di sini. Sudah sebenarnya, hanya belum sadar saja. Nah,, here is the point :

Happy November!

Here, at Yogyakarta, is already November*. #yay! Happy November then. November this year is welcomed by rain (November rain??? — like GNR's song title and ucil619's status :D ) at midnight. And I celebrated it by completely getting soaked in the rain. #pfuifh. Thanks God for the rain.

This is my blog

Hello there : This is my blog.
That's it.