Alhamdulillah, berkas musik sebesar 5 GB hilang!

4 comments

25 January 2014, 1:46PM



Saya baru saja selesai memilah dan menghapus berkas musik saya yang telah terkumpul selama ini. Ada lebih dari 5 GB kalau saya tidak salah ingat. Yap, saya menghapusnya. Kalian tidak salah baca. Sebagian orang mungkin menganggap saya konyol, bego atau apalah itu. Tapi ini mengenai masalah prinsip. Karena semuanya bajakan. Ya. Bajakan.

Send Mail Using SSMTP on Ubuntu

1 comments
Send Mail Using SSMTP. Just another log of one of my activities :D

Currently, I set up my desktop computer to be able to send email. Not from browser, but from the system. 

So, I am using ssmtp with a guide from a quite-old-post from Tom Dryer in tombuntu.com. I've set up my laptop before with it, and works. And after a while, I need to set up my desktop, and I forgot, and I got back to Tom's post :D

How To

Well, we need to install SSMTP first
sudo apt-get install ssmtp

then, we need to change the configuration, located in /etc/ssmtp/ssmtp.conf. My configuration is like this :

Catatan Perjalanan ke Solo

2 comments
Cukup lama saya tidak menulis di blog ini. Lagi lagi dengan alasan kesibukan offline, hahaha.. Padahal memang iya. Atmosfer perblogan sudah berbeda sih, ya, bila dibandingkan dengan yang dulu. Sekarang lebih malas *jelas* dan lebih banyak menghabiskan konsentrasi & waktu di lain tempat hihihi.

Kembali lagi ke judul. Beberapa waktu lalu saya melakukan trip kecil ke Solo. Meskipun hanya berjarak belasan kilometer, frekuensi saya pergi ke Solo masih bisa dihitung dan diingat-ingat. Eh, ini sendiri ya.. Sebelumnya masih nebeng, sehingga bisa dibilang 'buta-jalan'. Annggap saja belum :D Perjalanan saya kemarin masih dalam rangka kunjungan kerja. Ada client kantor yang berdomisili di Solo yang membutuhkan uluran tangan seorang tukang ketik (baca : programmer). Kalau tidak demikian, buat apa saya ke sana? :D Saya adalah tipe orang yang cukup senang dengan berdiam di kamar.

Perjalanan saya dimulai dengan survei sore sebelumnya, dengan mendengarkan arahan Pak Bos, pesan-pesan dari Mbah Google, dan petunjuk Foursquare, Google Maps, dan wikimapia. Cukup membantu. Paling tidak saya tahu arah kemana saya harus pergi. Paling tidak kalau kesasar semoga tidak terlalu parah. Toh, di hape juga ada GPS.

Ketika harus sakit

0 comments
Sakit mungkin menjadi sesuatu hal yang biasa buat saya, mengingat saya orangnya mudah sakit, mudah pula sembuhnya. Tapi itu untuk kasus yang biasa. Flu ringan. Karena ternyata ada yang luar biasa. Ceritanya hari Rabu (30/1) pagi saya sudah dapet bad feeling, cuaca gak enak, sneezing frequently even though the sun shined brightly. Dalam artian bahasa tubuh saya, itu sinyal, ntar siang cuacanya labil bro. Kurang lebih begitu. Dan benarlah. Belum sampai siang, gejala flu saya semakin menjadi. Meler. Kepala berat. Seharian capek menambal hidung yang mewek. Haish.. sangat merepotkan.

Biasanya, kalau gejala flu seperti itu, setelah pulang kerja lalu buat istirahat (baca : tidur) paginya sudah enteng. Lhah,, ini Kamis (31/1) malah kepala rasanya tuing-tuing --tambah berat pening dipucuk ubun ubun; badan rasanya gak enak panas-dingin, gak ada istri lagi.. Duh! (Ya iyalah, orang belum nikah hahaha)

Karena internet adalah hidup

0 comments

Ceritanya, saya berniat untuk menulis blog menggunakan HH saya. Bukan sembarang posting, tapi posting normal yang ditulis dari HH; sehingga membuat jadi abnormal eh, spesial. Apa pasal? Kalau misalkan kuota internet saya normal, mungkin saya lebih memilih menikmati menulis menggunakan PC atau Lappie. Sebenernya saya bisa juga menggunakan HH saya untuk menyebar WiFi, kemudian menulis via Lappie. Tapi, menurut pengalaman, sayang HH, karena menggunakan HH yang difungsikan sebagai tethering, mengurangi masa hidup batere. Terlebih, istilahnya 'menjadikan HH sebagai modem' sangat tidak etis menurut saya. Sayang HH judulnya hahaha..

Kembali ke topik. Saya jadi ingat dengan sebuah postingan berita di detik (kalau tidak salah) mengenai sebuah novel yang ditulis menggunakan BlackBerry. Mengapa? Karena yang pada beli bilang, kurang lebih 'saya menghabiskan uang untuk barang yang percuma'.. Semoga tulisan ini tidak mengandung atau menyiratkan *ketidakbergunaan*. Toh, semua komentar negatif silahkan membaca halaman 'About' di pojok kanan atas hahaha..

Jadi, biasanya, saya menggunakan internet dari provider Semarpret dengan paket unlimited-nya yang cukup *wah*, kala itu. Tapi, seiring dengan berjalannya waktu, provider ini semakin ngaco. Kualitas jaringan segitu segitu saja, sementara promosi gencar gencaran, yang menghasilkan slogannya menjadi sebuah ironi.

Keinginan untuk memberontak pasti ada. Terbukti dengan saya akhirnya memutuskan untuk membeli sebuah modem GSM. Singkat kata, saya mencoba provider 3, gara gara seorang tetangga kos membawa (baca : mencoba) sebuah modem dengan provider yang sama dan membuat saya terkagum kagum atas kecepatan yang didapat. Cepat. Inilah ternyata yang membuat gaya hidup saya berubah. Sebelumnya, saya sudah terbiasa menggunakan paket unlimited dan dengan adanya reformasi, maka mindset saya terpaksa dirubah serba memikirkan kuota. Saya masih kurang terbiasa dengan model streaming YouTube, download, surfing dengan perasaan was-was hahaha.. Walhasil, di masa transisi ini saya mengalami collapse-internet alias kehabisan kuota. Padahal saya orangnya sangat bergantung dengan internet. Hidup saya, social-life saya, kerjaan saya, hiburan saya, bahkan jadinya sedih saya juga si internet ini. Bisa dibilang she's my life. Dan dengan kondisi seperti ini (kehabisan kuota), I just dunno what to do. Hampa (baca : bingung mau ngapain). Alhasil, tidur lebih awal (biasanya). Tapi untungnya saya masih ada paket internet di HH. Ya makanya bisa bilang kalo HH bisa di tethering, tapi sayang.. Soalnya udah ngalamin. Ngalamin kuota regular habis. Ngalamin kuota midnight menipis dan susah aksesnya. Biasa,, jam midnight adalah jam jam istirahat.
Untungnya di kantor ada akses internet, meskipun kurang puas gegara akses yang di-share alias buat rame-rame (gregetnya kurang). Tapi masih mendinglah daripada gak sama sekali. Eh, ada yang lain ding.. Temenku masih ada yang bisa ditebengin :D

Phew.. Just can't live without internet..

btw, yassalaaam.. saya niat banget ini nulis sedemikian panjang make HH.. :D

Dan btw lagi, di blogger for mobile ini ndak ada formatting text nya (versi lengkap) kayaknya. Yassalaaam..

Regex.. is a must

4 comments
Regex, yang merupakan 'nickname'-nya regular expressions, merupakan suatu hal yang 'sesuatu' banget. Hari ini (lirik tanggal di pojok kanan atas komputer), Rabu (16/1), saya bertemu lagi dengan dia (regex --red.) dalam rangka konversi antara (lagi-lagi) 'LOAD DATA INFILE' ke mysqlimport, masih nyambung dengan tulisan yang kemaren. Sebenarnya tidak harus sih, mysqlimport menggunakan regex, cuman dalam kasus saya, saya musti menyesuaikan isi file, yang itu akan lebih efektif dan efisien kalau dikerjakan menggunakan regex. 

Bagi yang belum tahu regex, bisa main main ke tempat ini : http://www.regular-expressions.info/. Kalau berbasis hasil pencarian google menyoal regex, kemungkinan besar dia yang nongol paling atas. Sedikit mengulas 'apa dan bagaimana', jika kita pernah melakukan pencarian file menggunakan format *.txt (atau sejenis), itulah regex dalam formasi sederhana yang sudah kita kenal.

Flash-back
Ada komunikasi satu arah antara 2 software 'serupa namun tak sama' dari software versi desktop ke aplikasi versi web dengan menggunakan text file. Dulunya menggunakan 'LOAD DATA INFILE' sudah cukup menyelesaikan masalah. Tetapi, berhubung sejak Ubuntu 12.04 mulai menyertakan Mysql dengan 'LOAD DATA INFILE' yang di-disable, maka musti memikirkan cara lain. Ketika masalah upload file ke database sudah ditangani, ada kasus lagi bahwa boolean antara yang desktop dengan yang web berbeda, sehingga perlu konversi.

MYSQLIMPORT di windows

0 comments
Setelah menggunakan mysqlimport di linux (baca : Ubuntu), akhirnya berkesempatan juga (terpaksa) menjajal mysqlimport versi Windows. Lho? Adakah yang berbeda? Pada awalnya saya pikir hanya dengan menggunakan full-path ke file mysqlimport.exe-nya sudah menyelesaikan masalah. Namun ternyata, setelah dicoba, eng-ing-eng.. Gagal. Duh!

Dengan syntax yang sama :
$ mysqlimport --user=root --password=password --delete
--fields-optionally-enclosed-by='"'--fields-terminated-by=';'
--fields-escaped-by='' --lines-terminated-by='\n' --local
database table.txt 
ternyata tidak bekerja dengan baik.

Saya menggunakan WAMPSERVER sebagai web server-nya. Karena 'musti' fullpath (bisa juga sih, setting global environment atau apapun dulu itu namanya; cuma karena terlalu ribet, jadinya yang simple aja, make full path), script saya otomatis jadi seperti ini :
shell_exec("D:\wamp\bin\mysql\mysql5.5.8\bin\mysqlimport.exe
--user=root --password= --fields-optionally-enclosed-by='\"'
--fields-terminated-by=';' --fields-escaped-by=''
--lines-terminated-by='\n' --local --delete
database
path/to/file");
Script di atas akan menghasilkan output yang sama seperti kalau hanya mengakses
D:\wamp\bin\mysql\mysql5.5.8\bin\mysqlimport.exe 
Bahkan dengan mengaksesnya langsung di command prompt sekalipun. Tentu, dengan menyesuaikan scriptnya, menghilangkan '\' yang tidak perlu.

[HOW-TO]
Setelah berpusing ria beberapa jam,  ketemulah solusinya. Seperti biasa, solusi yang sangat menjengkelkan dan sebenarnya sangat simple : me-replace semua ' (apostrophe) menjadi " (double-quote)

Meskipun pengen teriak sekeras-kerasnya, tetapi ada satu kepuasan tersendiri bisa solving masalah dengan usaha sendiri :D
 
my name is thom © 2010